logo Minggu, 16 Desember 2018

Swasembada Semen Beku, BIB Lembang Optimis Populasi Sapi Meningkat

Terakhir Diperbaharui pada : Minggu, 16 Desember 2018 ~ Dilihat 408 Kali


Dua lembaga produsen semen beku menjadi tulang punggung dalam mendongkrak populasi sapi nasional melalui program inseminasi buatan (IB). Kedua lembaga tersebut adalah Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang di Bandung Jawa Barat dan Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari Jawa Timur. Tidak banyak diketahui publik bahwa Indonesia sebenarnya sudah berswasembada benih semen beku bahkan telah mampu mengeskpornya ke luar negeri. Sejak tahun 2012 BIB Lembang sudah mampu mengekspor semen beku sapi ke Malaysia dan tahun ini direncanakan ke Madagaskar. Meskipun masih dalam jumlah kecil tapi menunjukan tren yang positif. Pengakuan para peternak terhadap kualitas semen beku BIB Lembang, membuat BIB kian percaya diri untuk terus melangkah menyaingi negara produsen ternama, seperti Amerika Serikat dan Selandia Baru.

BIB Lembang sebagai Unit Pelayanan Terpadu (UPT) yang berada di bawah naungan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian. BIB Lembang yang mempunyai tugas pokok dan fungsi memproduksi dan mendistribusikan semen beku, tentu saja mempunyai peran yang sangat penting dalam pemenuhan kebutuhan semen beku program Upaya Khusus Sapi/Kerbau Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB). Tanpa semen beku program IB ini tidak akan berhasil.

Kepala BIB Lembang Ir.Tri Harsi, MP menyampaikan bahwa semen beku produk BIB Lembang mempunyai daya saing yang kuat karena dipanen dari pejantan berkualitas internasional. Manajemen pemeliharaan pejantan yang prima merupakan kunci keberhasilan BIB Lembang dalam penyediaan semen beku yang berkualitas. Setiap pejantan mendapatkan pengawasan yang ketat terkait pakan, perawatan dan penanganan kesehatannya. Semen diproses dengan menggunakan teknologi Perancis dan Jerman. Semen beku BIB Lembang juga telah memiliki sertifikat Standarisasi Nasional Indonesia (SNI).

Semen beku yang diproduksi pada tahun 2017 berasal dari 178 ekor ternak dengan total produksi sebanyak 1.989.582 dosis. Semen tersebut berasal dari Sapi eksotik (Simental, Limousin, Angus). Sapi lokal (Ongole, Brahman, Madura, Aceh, Pasundan). Semen beku Sapi Perah (FH). Kerbau, kambing (PE, Boer, Saanen) dan domba (Garut, Ekor Gemuk).

Pola distribusi semen beku BIB Lembang dilakukan dengan 2 cara untuk mempermudah pelayanan terhadap masyarakat. Pertama adalah hibah semen beku dan kerja sama. Kedua adalah penjualan langsung dan penjualan melalui e-catalog. Sejak tahun 2015 BIB Lembang sudah melakukan penjualan on line. Penjualan semen beku melalui (e-purchasing/e-catalog) diperuntukkan bagi Dinas Provinsi/Kabupaten/Kota yang membidangi fungsi peternakan. Pembelian langsung ke BIB Lembang tanpa melalui pihak ketiga (rekanan) sehingga harga lebih murah serta mengurangi pengeluaran negara.

Pada tahun 2017 BIB Lembang telah mensuplai semen beku sebanyak 3.263.063 dosis (60 % dari kebutuhan semen beku nasional). Sumbangan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang telah direalisasikan oleh BIB pada tahun 2017 sebesar Rp 22.109.593.833,-. Kepala Seksi Jasa Produksi BIB Lembang, Lina Widyawati, SPt, MS memastikan persediaan semen beku sangat mencukupi kebutuhan dalam maupun luar negeri. Target UPSUS SIWAB Tahun 2018 sebanyak 2.238.665 dosis dapat tercukupi. Dengan adanya stok semen beku sebanyak 1.901.592 dosis dan target produksi sebanyak 1.940.000 dosis.

Terpenuhinya kebutuhan semen beku ke semua wilayah, diharapkan program UPSUS SIWAB dapat berjalan lancar dan sukses, sehingga percepatan peningkatan populasi sapi di Indonesia dapat segera terwujud. Peningkatan populasi sapi inilah yang menjadi cita-cita bangsa Indonesia menuju Swasembada sapi/ternak. Demi terwujudnya hal tersebut perlu partisipasi dan keaktifan semua pihak. Berkarya, berkarya dan berkarya adalah bukti bakti kami bagi negeri. Bravo BIB Lembang!!!! (ES)

KOMENTARI TULISAN INI