logo Minggu, 16 Desember 2018

MENINGKATKAN GAIRAH BETERNAK DENGAN KONTES TERNAK SAPI PERAH 2018 KPSBU LEMBANG

Terakhir Diperbaharui pada : Minggu, 16 Desember 2018 ~ Dilihat 784 Kali


Emmooooooooh, lenguh keras suara sapi mengiringi tombol yang ditekan Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bandung Barat. Ditimpali lenguh kontestan lain yang berbaris rapi dibawah tenda biru. Riuh rendah ramai bersahutan pula dengan suara tepuk tangan peternak dan undangan yang hadir pada Kontes Ternak Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) Lembang. Kontes ini barangkali merupakan satu-satunya kontes sapi perah di Indonesia, yang diselenggarakan rutin setiap tahun menjelang pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) sejak Tahun 2012.  Peserta kontes adalah pedet maupun sapi betina milik peternak anggota koperasi.

Tak kurang dari 126 ekor pedet dan sapi perah betina berkumpul di halaman Gedung Abadi Hass Lembang untuk berkontes. Kontes dibagi dalam 5 kategori; 5-6 bulan: 7-8 bulan, 9-10 bulan, 12-14 bulan dan kategori laktasi ke-2. Kriteria penjurian meliputi performans dan konformasi tubuh, bentuk alat gerak, sistem ambing dll.  Juri kontes berasal dari Indonesia Dairy Excellence Activity (IDEA) Drh. Pammusureng dan dari intern KPSBU.

Memasuki penyelenggaraan ke 7, kali ini kontes mengusung tema ‘Dari Peternak Cerdas Akan Dihasilkan Bibit Berkelas. Menurut Dedi Setiadi Ketua Pengurus KPSBU, tema tersebut sangat pas dengan kondisi saat ini,  semakin tahun peternak anggota koperasi makin paham pentingnya kualitas bibit. Hadiah yang disediakan untuk juara kontes pun makin menarik dan bernilai. Sehingga kompetisi untuk menjadi juara kontes makin ketat. Dedi berharap dalam sambutannya bibit yang terpilih sebagai juara kontes tetap dipelihara oleh pemiliknya dan tidak dijual, agar dapat meningkatkan produksi susu serta penghasilan peternak.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian tahun 2016, Kebutuhan Susu Nasional tercatat 3,8 juta ton (setara susu segar) dengan pasokan Susu Dalam Negeri 852 ribu ton (22,45 persen) dan Importasi 2,95 juta ton (77,55 persen) dalam bentuk Skim Milk Powder, Whole Milk Powder, Anhydrous Milk Fat, Butter Milk Powder. (MetroTVNews.com)

Populasi sapi perah laktasi tahun 2016 tercatat sebanyak 267 ribu ekor dari total populasi sapi perah sebanyak 533 ribu ekor dan 98,96% berada di Pulau Jawa dengan trend pertumbuhan menurun (Statistik Peternakan, 2016). Produktivitas susu rata-rata 12 liter/ekor/hari. 

KPSBU Lembang,  koperasi peternak sapi yang berdiri sejak Tahun 1971. Merupakan koperasi sapi perah tertua dengan produksi susu tertinggi di Indonesia. Memiliki anggota aktif tidak kurang dari 4.000 orang, dengan populasi sapi sekitar 16.400 ekor dan menghasilkan susu hingga 150 ton/hari. Peran KPSBU dalam memenuhi kebutuhan susu segar dalam negeri (SSDN) tentu tak dapat dipungkiri. Selain meningkatkan perekonomian peternak, gerai susu KPSBU juga menjadi salah satu tujuan wisata di Lembang.

Negeri kita memang masih negeri agraris, pertanian dan peternakan merupakan hal yang sangat dekat dengan hajat hidup kita. Keberlangsungan hidup kita masih sangat tergantung pada produk pertanian dan peternakan. Kontes Ternak KPSBU Lembang semoga dapat memupuk kecintaan generasi penerus pada dunia peternakan. Hingga jumlah peternak semakin banyak, populasi ternak pun dapat semakin meningkat. Sebagaimana pepatah Arab yang dikutip Ketua Kontes Drh. Fathul Bari “Negeri Yang Kaya Ternak Tidak Akan Pernah Miskin, Negeri Yang Miskin Ternak Tidak Pernah Kaya”. (IZI)

KOMENTARI TULISAN INI