logo Minggu, 16 Desember 2018

Kerjasama Peningkatan Kapasitas SDM dalam Tata Cara Evaluasi Semen Antara BIB Lembang dan BET Cipelang

Terakhir Diperbaharui pada : Minggu, 16 Desember 2018 ~ Dilihat 61 Kali


Program Swasembada Pejantan Unggul Tahun 2018 – 2022 perlu ditetapkan oleh pemerintah dalam upaya memenuhi kebutuhan pejantan unggul di BBIB/BIB Nasional dan BIBD dan mendorong keterlibatan pihak swasta dalam pengembangan perbibitan dan penyediaan pejantan lokal. Diyakini bahwa pelaksanaan program swasembada pejantan unggul yang berkelanjutan merupakan proses dinamis dan akan berdampak positif bagi pengelolaan pejantan di masa yang akan datang.
Saat ini keberadaan dari BBIB/BIB dan BIBD masih melakukan impor sapi pejantan dalam rangka produksi semen beku yang saat ini mencapai sekitar 7.400.000 dosis, dimana hampir 94% dari jumlah tersebut diproduksi oleh BIB Nasional (BBIB Singosari dan BIB Lembang) dan 6% diproduksi oleh BIB Daerah (BIB Lampung, BIB Sumatera Barat, BIB Sumatera Utara, BIB Jawa Tengah, BIB Bali, BIB Sulawesi Tenggara dan BIB Sulawesi Utara). Jika satu pejantan menghasilkan rata-rata 12.500 dosis per tahun, dan tingkat peremajaan pejantan (replacement) adalah 15% per tahun, maka dapat diprediksi bahwa BIB memerlukan impor pejantan pejantan minimal sebanyak 80 ekor per tahun.
Sementara itu DitjenPKH memiliki UPT yang bergerak dibidang pembibitan sapi yaitu BET Cipelang, BBPTU HPT Baturraden, BPTU HPT Padang Mangatas, BPTU HPT Sembawa, BPTU HPT Denpasar dan BPTU HPT Indrapuri yang sebenarnya berpotensi untuk menggantikan pejantan impor dengan menghasilkan pejantan unggul sesuai dengan tugas dan fungsinya. Sinkronisasi dan sinergisitas UPT harus dioptimalkan dalam rangka percepatan swasembada pejantan karena merupakan langkah strategis dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk mampu keluar dari ketergantungan terhadap impor dalam rangka memenuhi kebutuhan pejantan untuk BIB Nasional dan Daerah.
Dalam rangka mendukung Program Pemerintah berupa Swasembada Pejantan Unggul Pada Tahun 2022, diperlukan ketersediaan calon pejantan unggul dan SDM yang kompeten dalam hal evaluasi uji performans calon bull oleh UPT Perbibitan. Oleh karena itu BIB Lembang melakukan kerjasama dengan BET Cipelang dalam hal Pelatihan Evaluasi Semen sebagai salah satu syarat uji performans dan kualitas semen calon bull yang dilakukan oleh SDM dari BET Cipelang di BIB Lembang.
BET Cipelang mengirimkan SDM nya untuk mempelajari tata cara evalusi semen yang terstandar dan sesuai SOP dan SNI. Hal ini dilakukan untuk memudahkan dan menyamakan persepsi dalam penyeleksian calon pejantan unggul dalam hal uji performans dan kualitas semen yang sesuai dengan SNI oleh BIB Lembang dan UPT Perbibitan.(FRH)

KOMENTARI TULISAN INI