logo Rabu, 23 Januari 2019

Bibit Berkualitas, Susu Melimpah

Terakhir Diperbaharui pada : Rabu, 23 Januari 2019 ~ Dilihat 127 Kali


Parompong- Kesuksesan usaha sapi perah tidak lepas dari tiga unsur dalam manajemen antara lain, manajemen pemeliharaan, manajemen pakan serta manajemen dalam penggunaan bibit yang berkualitas. 

Menurut Dede (44) “tiga unsur fungsi manajemen tersebut sangat mempengaruhi dalam produksi maupun produktifitas sapi perah, tanpa unsur-unsur tersebut para peternak tidak akan mengalami kemajuan yang signifikan” ujarnya ketika ditemui di tempat usahanya di Kecamatan Parompong Kabupaten Bandung Barat,  Rabu (7/12).

“Untuk menunjang produksi susu yang baik  pada dasarnya tidak dilepaskan dari bibit yang berkualitas, jika kita bisa memberikan pakan yang baik tanpa di tunjang oleh bibit yang berkualitas tentu tidak akan bisa menghasilkan susu yang banyak” tuturnya lebih lanjut.

Khusus pada pemerahan laktasi pertama, susu yang dihasilkan bisa mencapai 36 liter/ekor, jika dilihat dari rata-rata perahan dari semua sapi yang dimilikinya, di peroleh hasil sekitar 24-25 liter/ekor/hari. selama ini pihaknya tengah menjalin kerja sama dengan para peternak, ada sekitar 36 plasma yang bermitra dengan usaha yang dikelolanya.

Sejak usahanya dirilis pada tahun 2005 hingga berkembang saat ini, pihaknya konsisten menggunakan bibit yang berasal dari produk BIB lembang, selain anakan yang dihasilkan cukup baik, produksi susu dari anakan yang dihasilkannya pun cukup banyak sehingga menguntungkan bagi para peternak.

BIB lembang sebagai produsen bibit dalam bentuk semen beku, selama  ini konsisten memberikan pelayanan prima kepada para peternak. Produk yang dihasilkan merupakan hasil dari serangkaian proses kegiatan yang terstandarisasi, mulai dari pemeliharaan ternak, pemberian pakan, sampai ke tahap prosesing semen beku, semua dilakukan sesuai  dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku serta tersertifikasi ISO 9001:2015.

 “Jika kami mengadakan sapi untuk kualitas produksi susu yang bersumber dari impor langsung, tentunya kami sangat kesulitan, selain harus mengurus perizinan, sapi-sapi impor pada dasarnya harus mengalami proses adaptasi dengan lingkungan saat ini, kondisi ini dapat menghambat proses produksi dan memakan waktu yang lebih lama, dengan demikian kehadiran BIB lembang sebagai produsen bibit sangat membantu dalam menjalankan usaha kami saat ini” pungkas Dede (47) sebagai pemilik farm sekaligus pengelola usaha. (UA)

KOMENTARI TULISAN INI