logo Senin, 25 Maret 2019

DAIRY VILLAGE SOLUSI PETERNAKAN RAKYAT MODERN

Terakhir Diperbaharui pada : Senin, 25 Maret 2019 ~ Dilihat 188 Kali


Subang- Kementerian pertanian sampai saat ini terus mendorong terwujudnya pola kemitraan antara pelaku usaha (IPS, Koperasi, dan Importir) dengan pelaku utama (Peternak dan Kelompok Ternak Sapi Perah), Pelaksanaan kemitraan ini diatur dalam berbagai regulasi di lintas kementerian.

Sebagai perwujudan dari pembangunan pola Kemitraan tersebut pemerintah bekerjasama dengan pihak-pihak terkait membangun proyek percontohan Desa Susu (Dairy Village). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para peternak secara berkelanjutan. Proyek pembangunan Desa Susu (Dairy Village) ini  di inisiasi oleh FFI (Frishian Flag Indonesia).

Pembukaan Desa Susu diresmikan pada hari Selasa (11/12) di PTPN VII Subang, Jawa barat. Pembangunan Desa Susu ini melalui program kemitraan yang merupakan kerjasama antara FFI (Frishian Flag Indonesia), PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII, koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) Lembang-Jawa Barat, Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Belanda.

Turut hadir dalam acara peresmian Desa Susu (Dairy Village) antara lain perwakilan Gubernur Jawa Barat, Bupati Bandung Barat Plt Bupati Subang, Perwakilan dari Kementerian Perindustrian, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Kementerian BUMN, Kedutaan Belanda Belanda serta Ditjen PKH Kementerian Pertanian yang diwakili Oleh Ir. Tri Harsi, MP (Kepala Balai Inseminasi Buatan Lembang) dan Ketua Koperasi Peternak Susu Bandung Utara (KPSBU).

Dalam sambutan Bapak Dirjen PKH yang disampaikan oleh Ir. Tri Harsi, MP (Kepala Balai Inseminasi Buatan Lembang) menyampaikan bahwa “Kemitraan merupakan salah satu fokus pemerintah untuk mendorong percepatan pengembangan pembangunan peternakan sapi perah di Indonesia. Pemerintah berharap kemintraan menjadi salah satu solusi dalam mengurai permasalahan persusuan nasional dalam mengekselerasi penyediaan susu melalui produksi dalam negeri yang berkualitas dan berdaya saing untuk pemenuhan kebutuhan konsumsi masyarakat dan bahan baku industri yang berkesinambungan ”. Selasa (11/12).

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), kebutuhan susu Indonesia di tahun 2017 adalah 4,448,67 ribu ton, dengan konsumsi susu 16,99 kg/Kap/thn, sementara itu produksi susu Nasional adalah 922,97 ribu ton atau memasok 20,74% dari konsumsi nasional. Maka 3.525,70 ribu ton (79,26%) masih harus dipenuhi melalui impor. Data tersebut menunjukkan adanya potensi yang besar dalam menumbuhkan industri pengolahan susu serta mengembangkan usaha peternakan sapi perah di Indonesia.

Peran peternak sapi perah lokal Indonesia sangatlah penting bagi perusahaan terutama dalam memastikan kelancaran produksi dengan menyediakan bahan baku susu sapi yang memiliki kuantitas dan kualitas yang baik.

KOMENTARI TULISAN INI