logo Senin, 17 Desember 2018

Sejarah

Terakhir Diperbaharui pada : Senin, 17 Desember 2018 ~ Dilihat 6755 Kali


 

Sejarah Perkembangan Lembaga

Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang, adalah Balai Inseminasi Buatan pertama didirikan di Indonesia. BIB Lembang merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang dikelola oleh Pemerintah Pusat, dalam hal ini Kementerian Pertanian. Balai ini dibangun pada tahun 1975, dan diresmikan oleh Menteri Pertanian Prof. DR. Ir. Toyib Hadiwidjaya dan Wakil Perdana Menteri Selandia Baru Mr. Hon B Talboys, sebagai Balai Inseminasi Buatan (BIB) pertama di Indonesia dan diresmikan pada tanggal 3 April 1976. BIB Lembang diberi mandat pemerintah untuk memproduksi semen beku ternak sapi perah dan sapi potong, dalam rangka memenuhi kebutuhan semen beku untuk Inseminasi Buatan (IB). Sebelum dibangun BIB Lembang, Indonesia masih bergantung pada semen beku impor untuk kebutuhan IB. Melalui keberadaan BIB Lembang, Indonesia telah mampu memenuhi sebagian kebutuhan semen beku sapi secara mandiri. Sejak berdiri hingga saat ini BIB Lembang telah memproduksi semen beku 38 juta dosis dan didistribusikan ke daerah- daerah pelaksana IB sebanyak 34 juta dosis

Kondisi Geografis

Balai Inseminasi Buatan Lembang terletak di Desa Kayu Ambon, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, tepatnya 17 km arah utara kota Bandung. Secara geografis, kondisi lingkungan yang ada sangat kondusif untuk pengembangan dan pemeliharaan ternak sapi, kambing dan domba untuk keperluan pemurnian dan grading up karena di dukung oleh lahan yang subur serta kondisi iklim dan suhu lingkungan yang tidak jauh berbeda dengan tempat asal ternak (impor/subtropis). Letak areal kantor, kandang dan kebun rumput pada ketinggian 1.100 m di atas permukaan laut dengan suhu berkisar 18- 22 oC dan curah hujan rata-rata berkisar 2.233 mm/tahun dengan tingkat kelembaban 70 – 90%.

Komponen yang Mendukung

Balai Inseminasi Buatan Lembang didukung oleh berbagai macam komponen baik secara fisik maupun non fisik. Secara fisik, BIB Lembang dibangun diatas lahan milik BIB Lembang seluas 56.550 m2 yang didalamnya dilengkapi dengan berbagai macam sarana dan prasarana yang mendukung antara lain : gedung perkantoran, aula, mess/guest house, ruang promosi, ruang perpustakaan, ruang pertemuan, kandang, gudang, laboratorium produksi, laboratorium pengujian, arena penampungan, klinik hewan, padang penggembalaan (line bull), kebun rumput, peralatan pertanian, peralatan umum, peralatan laboratorium, infrastruktur pendukung seperti transportasi, komunikasi, sarana olahraga, mesjid dan lain-lain. Sedangkan komponen non fisik yang dimiliki oleh balai meliputi berbagai macam Kebijakan atau Surat Keputusan yang berkaitan dengan penyelenggaraan produk barang/jasa, serta piagam penghargaan sebagai bentuk prestasi yang diperoleh antara lain piala Piala Abdibaktitani tahun 2003 dan 2010, piala Satlak PI Sangat Handal terbaik I, Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) sejak tahun 2009 s/d 2015, dan UPT dengan kinerja “Sangat Baik”

Ternak yang dipelihara di balai merupakan pejantan yang bersertifikat yang merupakan hasil seleksi dan Uji yaitu dengan Uji Zuriat pada sapi perah, dan Uji Performans pada sapi potong, serta secara rutin melaksanakan replacement (peremajaan) agar dapat menghasilkan pejantan yang produktif. Jenis ternak yang ada saat ini adalah sapi perah, sapi potong, kambing dan domba unggul. Alokasi kebun rumput seluas 19,9 hektar untuk penanaman rumput Gajah dan rumput Afrika (African star grass) serta penanaman legume perdu dan pohon sebagai sumber protein sebagai green Concentrate