logo Rabu, 3 Maret 2021

SEMEN BEKU FH SEXING BIB LEMBANG

Terakhir Diperbaharui pada : Rabu, 03 Maret 2021 ~ Dilihat 665 Kali


Penulis : Tati Susnawati S.Pt

 

Pengembangan peternakan di Indonesia khususnya di Indonesia dalam rangka untuk meningkatkan populasi ternak dan mencukupi kebutuhan konsumsi dalam negeri, perlu didukung oleh berbagai faktor, salah satu diantaranya adalah reproduksi ternak. Berbagai teknologi reproduksi diaplikasikan untuk meningkatkan angka kebuntingan dan kelahiran anak.

            Aplikasi teknologi inseminasi buatan (IB) akan lebih berdaya guna bila anak yang dilahirkan dapat ditentukan jenis kelaminnya sesuai dengan tujuan peternakan. Untuk peternakan pada sapi potong misalnya, akan lebih mengharapkan kelahiran anak jantan dibanding anak betina, begitu pula sebaliknya pada peternakan susu, akan lebih mengharapkan kelahiran anak betina dibanding anak jantan.

            Dari segi ekonomis, penentuan jenis kelamin anak sebelum dilahirkan lebih menguntungkan, selain dapat menekan biaya pemeliharaan juga dapat menunjang program breeding dalam pemilihan bibit unggul. Untuk mencapai tujuan tersebut dapat dilakukan dengan cara menginseminasikan seekor ternak betina berahi dengan spermatozoa yang sudah dipisahkan (spermatozoa berkromososm X dan spermatozoa berkromososm Y).

Pemisahan sperma merupakan salah satu upaya efisiensi dalam mengubah rasio spermatozoa X dan Y dengan suatu metode sehingga berubah dari proporsi normal antara jantan dan betina (50 : 50). Metode pemisahan sperma sapi yang sudah banyak digunakan di luar negeri menggunakan flow cytometry.

Akurasi hasil sexing dengan metode flow cytometry menurut Johnson dan Seidel (1999) dapat diperoleh 85% - 95% kelahiran anak dengan jenis kelamin sesuai. Harga peralatan flow cytometry yang cukup mahal mendorong pengembangan teknik yang lebih sederhana yaitu dengan metode kolom albumin (BSA), sedimentasi, elektroforesis, filtrasi Sephadex G-50, sentrifugasi dan metode lainnya.

Sejak tahun 2012, Balai Inseminasi Buatan Lembang telah memproduksi semen beku sexing. Sampai saat ini BIB Lembang telah mendistribusikan semen beku sexing sebanyak lebih dari 50.000 dosis.  Semen beku sexing BIB Lembang telah tersebar ke berbagai daerah di Indonesia, bahkan telah mengekspor sebanyak 1.000 dosis semen beku FH sexing ke Malaysia.

Hasil penggunaan semen beku sexing BIB Lembang di lapangan belum dapat diidentifikasi secara tepat. Oleh karena itu, sekitar pertengahan tahun 2018, BIB Lembang melakukan uji coba semen beku sexing di lapangan yaitu di daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Pada Tahun 2020 ini, diharapkan seluruh data kelahiran hasil semen beku sexing dapat segera diperoleh dan segera diketahui hasilnya.

            Untuk daerah uji coba semen beku sexing di Provinsi Jawa Barat yaitu di Kabupaten Bogor, jenis bangsa yang diuji cobakan yaitu bangsa FH dengan nama pejantan Aris (312110). Untuk bangsa FH atau jenis sapi perah, para peternak lebih mengharapkan kelahiran pedet betina dibandingkan pedet jantan.

Dari Kabupaten Bogor, diperoleh data bahwa dari kelahiran pedet sebanyak 150 ekor, diperoleh pedet betina sebanyak  114 ekor atau 76% keberhasilan semen beku sexingnya. Diharapkan hasil uji coba semen beku sexing untuk daerah lainnya juga memperoleh hasil yang lebih memuaskan lagi,  agar peran BIB Lembang dalam memajukan pembangunan peternakan di Indonesia lebih meningkat lagi.

Untuk memperoleh produk semen beku sexing BIB Lembang dapat dilakukan dengan klik website di www.biblembang.ditjenpkh.pertanian.go.id 

 

KOMENTARI TULISAN INI