logo Sabtu, 25 September 2021

Semen Beku Sexing

Terakhir Diperbaharui pada : Sabtu, 25 September 2021 ~ Dilihat 1534 Kali


             Pengembangan peternakan di Indonesia khususnya di Indonesia dalam rangka untuk meningkatkan populasi ternak dan mencukupi kebutuhan konsumsi dalam negeri, perlu didukung oleh berbagai faktor, salah satu diantaranya adalah reproduksi ternak. Berbagai teknologi reproduksi diaplikasikan untuk meningkatkan angka kebuntingan dan kelahiran anak.

            Aplikasi teknologi inseminasi buatan (IB) akan lebih berdaya guna bila anak yang dilahirkan dapat ditentukan jenis kelaminnya sesuai dengan tujuan peternakan. Untuk peternakan pada sapi potong misalnya, akan lebih mengharapkan kelahiran anak jantan dibanding anak betina, begitu pula sebaliknya pada peternakan susu, akan lebih mengharapkan kelahiran anak betina dibanding anak jantan.

            Dari segi ekonomis, penentuan jenis kelamin anak sebelum dilahirkan lebih menguntungkan, selain dapat menekan biaya pemeliharaan juga dapat menunjang program breeding dalam pemilihan bibit unggul. Untuk mencapai tujuan tersebut dapat dilakukan dengan cara menginseminasikan seekor ternak betina berahi dengan spermatozoa yang sudah dipisahkan (spermatozoa berkromososm X dan spermatozoa berkromososm Y).

Pemisahan sperma merupakan salah satu upaya efisiensi dalam mengubah rasio spermatozoa X dan Y dengan suatu metode sehingga berubah dari proporsi normal antara jantan dan betina (50 : 50). Metode pemisahan sperma sapi yang sudah banyak digunakan di luar negeri menggunakan flow cytometry.

Akurasi hasil sexing dengan metode flow cytometry menurut Johnson dan Seidel (1999) dapat diperoleh 85% - 95% kelahiran anak dengan jenis kelamin sesuai. Harga peralatan flow cytometry yang cukup mahal mendorong pengembangan teknik yang lebih sederhana yaitu dengan metode kolom albumin (BSA), sedimentasi, elektroforesis, filtrasi Sephadex G-50, sentrifugasi dan metode lainnya.

Sejak tahun 2012, Balai Inseminasi Buatan Lembang telah memproduksi semen beku sexing. Sampai saat ini BIB Lembang telah mendistribusikan semen beku sexing sebanyak lebih dari 50.000 dosis.  Semen beku sexing BIB Lembang telah tersebar ke berbagai daerah di Indonesia, bahkan telah mengekspor sebanyak 1.000 dosis semen beku FH sexing ke Malaysia.

Hasil penggunaan semen beku sexing BIB Lembang di lapangan belum dapat diidentifikasi secara tepat. Oleh karena itu, sekitar pertengahan tahun 2018, BIB Lembang melakukan uji coba semen beku sexing di lapangan yaitu di daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Pada Tahun 2020 ini, diharapkan seluruh data kelahiran hasil semen beku sexing dapat segera diperoleh dan segera diketahui hasilnya.

Video Testimoni Keberhasilan Semen Beku Sexing BIB Lembang Dilapangan - Klik Disini

Telah dilaksanakan evaluasi keberhasilan semen beku sexing di Provinsi Jawa barat dan Jawa Tengah - Klik Disini

Kebermanfaatan inovasi semen beku sexing - Klik Disini

KOMENTARI TULISAN INI