logo Senin, 18 Oktober 2021

Mentoring sebagai Upgrade Kualitas SDM

Terakhir Diperbaharui pada : Senin, 18 Oktober 2021 ~ Dilihat 56 Kali


Penulis : drh. Aisyatus Salamah

           

Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian berlokasi di Jawa Barat diresmikan pada tanggal 3 April 1976, dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, dan secara teknis dalam pembinaan Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak.

 

BIB Lembang pada tahun 2019 diusulkan oleh Menteri Pertanian untuk ditetapkan sebagai instansi yang menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum.  Sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor : 98/KMK.05/2020 tanggal 9 Maret 2020 tentang Penetapan Balai Inseminasi Buatan Lembang Kementerian Pertanian sebagai Instansi Pemerintah yang menerapkan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Secara Penuh.  Maksud dan tujuan penerapan BLU adalah untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan prinsip efisiensi dan produktivitas.

 

Balai memiliki tujuan jangka pendek maupun jangka panjang yang harus di wujudkan. Hal penting yang harus di lakukan yaitu regenerasi organisasi. Regenerasi dikatakan sebagai suatu perpindahan tongkat estafet tanggung jawab keorganisasian dari generasi sebelumnya ke generasi yang baru. Adanya regenerasi menjadi sebuah rantai penghubung yang terus terkait dan membuat organisasi mempertahankan eksistensinya

 

Kesuksesan organisasi kedepannya bergantung regenerasi yang ada, sebuah regenerasi diadakan dengan harapan untuk peningkatan lebih baik dari sebelumnya. Penentuan regenerasi yang tepat membawa organisasi ke arah lebih baik, sehingga perlu kekompakan. Harus ada proses transformasi ide, gagasan dan impian agar cita-cita besar dapat diwujudkan.

 

Manusia sebagai figur sentral dalam sebuah manajemen merupakan unsur yang harus dijaga dan dilestarikan keberadaannya, ketersediaan dalam kualitas maupun kuantitas. Banyak organisasi yang sebelumnya powerfull tiba-tiba kolaps dan mati ketika ketersediaan SDM tidak terpenuhi. Banyak organisasi mampu bertahan dalam himpitan, atau tekanan dari pihak luar karena sistem kaderisasi yang baik.

 

Semakin hebat dan semakin dahsyatnya kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki organisasi, semakin meningkatkan produktifitas tidak terlepas dari berbagai faktor lainnya. Sering kali kita terjebak dalam sebuah aktifitas yang membuat kita dikatakan sibuk, akan tetapi kesibukan tersebut tidak juga membuat produktifitas membaik. Kesibukan dan produktifitas adalah dua hal yang mirip namun sebenarnya jauh dan benar-benar berbeda. Aktifitas yang sibuk, itu belum tentu produktif. Tapi, produktifitas tidak harus selalu berkaitan dengan kata sibuk.  Salah satu yang mendukung produktifitas sebuah organisasi adalah SDM yang dimiliki.

 

Balai Inseminasi Buatan Lembang telah melaksanakan mentoring handling dan penampungan semen pejantan yang diikuti oleh sekitar 25 peserta dari fungsional khusus, fungsional umum, dan perawat ternak pada tanggal 17 dan 24 Februari 2021.  Mentoring adalah sebuah proses atau metode pembelajaran yang didasari oleh kepercayaan. Seorang mentor yang lebih dulu berpengalaman dan handal dalam suatu bidang mendidik atau mengajar seorang mentee (peserta mentoring)  yang belum cukup mempunyai pengalaman. Tujuan utama dari pembelajaran ini adalah transfer skills dan knowledge yang membuat mentee mempunyai kemampuan lebih, sehingga bekerja lebih baik. 

 

Manfaat Program Mentoring antara lain:

1. Menaikkan Tingkat Produktivitas

Tidak semua karyawan memahami culture dan pola kerja yang berlaku di organisasi terutama karyawan baru atau belum berpengalaman. Namun, ketika karyawan telah menjalani program pembelajaran oleh seorang mentor, karyawan baru dapat secara perlahan mempelajari pola kerja dan cara penyelesaian jika muncul masalah.  Dengan begitu karyawan baru dapat bekerja lebih produktif karena percaya diri. 

 

2. Membangun Keragaman

untuk menciptakan budaya kerja yang sehat dan membangun satu sama lain karena semua orang diterima dan diperlakukan dengan baik tanpa memperdulikan latar belakang tertentu.

 

3. Mengurangi Stres dan Kecemasan

Stres merupakan salah satu pemicu menurunnya kualitas kerja.  Mentoring memberi gambaran lebih luas kepada karyawan untuk memahami resiko dari sebuah tugas termasuk cara menanganinya jika ditemukan masalah.

 

4. Menciptakan Culture Learning

Budaya pembelajaran dapat membantu pengembangan karir. Karyawan lebih termotivasi dengan pembelajaran secara kontinu untuk mencapai jenjang karir tertentu. Mentoring dapat membangun pondasi knowledge management yang lebih kokoh dengan mengintegrasikan seluruh kemampuan dan knowledge untuk operasional yang lebih kreatif dan inovatif. 

 

5. Meningkatkan Kepuasan Kerja

Hubungan mentor dan mentee yang baik memberikan lingkungan positif dan mengarah pada peningkatan kepuasan kerja. 

 

“Pentingnya Mentoring sebagai transfer skills dan knowledge yang membuat orang tidak tahu menjadi tahu dan orang yang lupa menjadi ingat kembali sehingga dapat meningkatkan kepercayaan diri guna bekerja lebih baik lagi.’’

KOMENTARI TULISAN INI