Loading ...
Kementan Perkuat Keamanan Pangan Hewani dalam Kurikulum SPPI untuk Ketahanan Pangan Nasional
21 March 2025
News Detail Image


Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) mengusulkan agar materi keamanan pangan segar asal hewan dimasukkan ke dalam kurikulum Pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) di Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI). Langkah strategis ini bertujuan untuk membekali peserta SPPI yang akan bertugas di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan pemahaman mendalam mengenai aspek keamanan pangan, khususnya terkait pangan asal hewan seperti daging, telur, dan susu.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, menekankan pentingnya keamanan pangan asal hewan dalam menjaga kesehatan masyarakat dan ketahanan nasional. “Pangan yang aman dan berkualitas adalah kunci stabilitas nasional. Memasukkan materi ini dalam pelatihan SPPI merupakan langkah strategis untuk mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis,” ujarnya dalam rapat di LPMPP Unhan RI, Jakarta, Rabu (19/3/2025).

Materi ajar yang akan disampaikan mencakup prinsip keamanan pangan dari hulu ke hilir, regulasi yang berlaku, jenis bahaya pangan, serta penjaminan keamanan produk hewan. Selain itu, peserta SPPI juga akan dibekali keterampilan dalam memilih dan menangani pangan segar asal hewan dengan baik.

Dekan Fakultas Keamanan Nasional Unhan RI, Mayor Jenderal TNI Dr. Rachmat Setia Wibawa, menyambut positif penguatan kurikulum ini. “Pemberian materi ini akan memberikan manfaat besar dalam mendukung agenda ketahanan pangan nasional serta memperkuat pemahaman tentang pentingnya keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG,” katanya.

Kementan berkomitmen untuk menyiapkan tenaga pengajar yang kompeten guna memastikan efektivitas pelatihan yang akan dilaksanakan secara nasional. Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner, Nuryani Zainuddin, mengungkapkan bahwa Unhan RI telah mengakomodasi usulan ini dan akan mulai menerapkannya pada Juli 2025 mendatang.

Dengan langkah ini, Kementan menegaskan komitmennya dalam mendukung kebijakan pangan dan gizi nasional serta memastikan bahwa produk pangan asal hewan yang dikonsumsi masyarakat memenuhi standar keamanan yang ketat.

Aksesibilitas

Pembaca Layar
Kontras
Perbesar Teks
Jarak Huruf
Jeda Animasi
Ramah Disleksia
Kursor
Jarak Baris
Perataan Teks
Saturasi
Reset