Loading ...
Tren Kasus PMK di Sinjai Menurun: Upaya Pemerintah Berhasil!
21 March 2025
News Detail Image


JAKARTA – Kabar gembira datang dari Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan! Tren kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di daerah ini menunjukkan penurunan yang signifikan. Semua ini berkat kerja keras Kementerian Pertanian (Kementan) yang melakukan berbagai intervensi. Dengan melibatkan tenaga kesehatan hewan, vaksinasi, dan pengawasan lalu lintas ternak, upaya ini terbukti efektif dalam menekan penyebaran penyakit yang bikin khawatir ini.

Menurut data dari Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional Terpadu (iSIKHNAS), dari total 2.307 ekor sapi yang terjangkit sejak Januari hingga Maret 2025, sebanyak 1.089 ekor sudah sembuh. Yang lebih menggembirakan, tren kasus harian kini kurang dari 10 kasus per hari. Ini tentu menjadi angin segar bagi para peternak dan masyarakat!

Agung Suganda, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, menjelaskan bahwa strategi penanganan yang dilakukan di lapangan adalah kunci utama dalam mengatasi PMK.

“Kami terus meningkatkan kehadiran tenaga kesehatan hewan untuk mempercepat pengobatan, vaksinasi, dan edukasi bagi peternak. Upaya ini terbukti efektif dalam menekan penyebaran PMK dan meningkatkan angka kesembuhan ternak,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu, 19 Maret 2025.

Sebagai langkah pencegahan, Kementan juga memperketat pengawasan lalu lintas ternak dengan berkoordinasi bersama Pejabat Otoritas Veteriner (POV). Ini dilakukan agar setiap pergerakan ternak terkontrol dan bebas dari risiko penularan PMK.

Imron Suandy, Direktur Kesehatan Hewan Kementan, menambahkan bahwa edukasi tentang biosekuriti dan manajemen peternakan yang baik sangat penting dalam strategi pengendalian PMK.

“Penerapan biosekuriti yang ketat, pemberian pakan berkualitas, dan identifikasi ternak secara berkala adalah langkah utama dalam menjaga kesehatan hewan. Vaksinasi saja tidak cukup tanpa pengelolaan peternakan yang baik,” jelasnya.

Untuk membantu memperkuat daya tahan ternak dan mempercepat pemulihan, Ditjen PKH telah menyalurkan bantuan berupa 500 botol obat, 500 botol vitamin, 2.000 kaplet disinfektan, dan 50.000 spuit. Bantuan ini diharapkan bisa mendukung upaya pengendalian PMK dengan lebih efektif.

Nurlina Saking, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan, mengapresiasi langkah cepat dan strategis Kementan dalam menangani wabah ini.

“Kami terus bersinergi dengan pemerintah pusat dan tenaga kesehatan hewan di lapangan agar penanganan PMK berjalan optimal. Dengan pendekatan yang tepat, kami optimis Sinjai bisa segera terbebas dari PMK,” katanya dengan penuh semangat.

Menjelang Idul Fitri 2025, pemerintah memastikan suplai ternak tetap aman dan bebas dari PMK. Dengan kerja sama yang erat antara pemerintah pusat, daerah, dan para peternak, Kementan yakin bahwa upaya pengendalian PMK di Sinjai akan terus berlanjut dan memberikan hasil yang berkelanjutan. Mari kita dukung bersama agar kesehatan hewan dan kesejahteraan peternak tetap terjaga! (*)

Aksesibilitas

Pembaca Layar
Kontras
Perbesar Teks
Jarak Huruf
Jeda Animasi
Ramah Disleksia
Kursor
Jarak Baris
Perataan Teks
Saturasi
Reset